top of page

Gereja Katolik dan Pemimpin Agresor

Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Paus Leo XIV yang terus menyerukan perdamaian (X @Pontifex)

28 Apr
4 menit membaca

LAHIR dan berasal dari Amerika Serikat (AS) bukan berarti pemimpin Vatikan, Paus Leo XIV, serta-merta ikut arus yang diarahkan Presiden AS Donald Trump. Sang Bapa Suci berdiri tegak berseberangan dengan mereka yang melancarkan perang, sampai-sampai Paus Leo XIV dihina Presiden Trump.


Tidak seperti beberapa pemimpin negara lain, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto, Vatikan pada Februari 2026 menolak ikut Board of Peace bikinan Trump. Keputusannya benar, sebab konflik global kemudian makin bergejolak. Palestina masih dianiaya Zionis Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat, Lebanon diserang Israel, hingga serangan AS- Israel ke Iran sejak 28 Februari 2026.


Dalam khotbahnya di misa Minggu Palma di Vatikan pada 28 Maret 2026, Paus Leo XIV menyampaikan pesan perdamaian. Ia mengutip Yesaya 1:15 dengan mengatakan bahwa Yesus adalah “Raja Damai” yang menolak peperangan. Yesus Kristus tidak akan menerima dan mendengarkan doa mereka yang melancarkan perang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page