- 28 Apr
- 4 menit membaca
LAHIR dan berasal dari Amerika Serikat (AS) bukan berarti pemimpin Vatikan, Paus Leo XIV, serta-merta ikut arus yang diarahkan Presiden AS Donald Trump. Sang Bapa Suci berdiri tegak berseberangan dengan mereka yang melancarkan perang, sampai-sampai Paus Leo XIV dihina Presiden Trump.
Tidak seperti beberapa pemimpin negara lain, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto, Vatikan pada Februari 2026 menolak ikut Board of Peace bikinan Trump. Keputusannya benar, sebab konflik global kemudian makin bergejolak. Palestina masih dianiaya Zionis Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat, Lebanon diserang Israel, hingga serangan AS- Israel ke Iran sejak 28 Februari 2026.
Dalam khotbahnya di misa Minggu Palma di Vatikan pada 28 Maret 2026, Paus Leo XIV menyampaikan pesan perdamaian. Ia mengutip Yesaya 1:15 dengan mengatakan bahwa Yesus adalah “Raja Damai” yang menolak peperangan. Yesus Kristus tidak akan menerima dan mendengarkan doa mereka yang melancarkan perang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















