top of page

The Disappearance of Supriyadi

After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.

loading_historia_white.gif
transparant.png

PETA Monument in Blitar. (blitarkota.go.id)

28 Apr
8 menit membaca

A bronze statue stands proudly in the courtyard of the PETA (Defenders of the Homeland) Museum in Bogor. It depicts a soldier raising his right fist in the air. His left hand holds a katana, while his head is adorned with a ryakubo cap typical of Japanese soldiers. On the base of the monument is an inscription that reads: “Shodanco Supriyadi. Commander of the TKR.”


“Supriyadi witnessed the Indonesian people being turned into romusha (forced laborers). Therefore, Supriyadi rebelled against the Japanese,” explained Yulis Fatimah, a guide at the PETA Museum, to Historia.ID.


Supriyadi was appointed as Indonesia's first defense minister, but he never appeared at his inauguration in September 1945. Seven months earlier, on February 14, 1945, Supriyadi led a resistance against the Japanese military in Blitar, East Java. This action by Supriyadi is recorded in history as the PETA Army Uprising in Blitar.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
bg-gray.jpg
Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Mengidolakan R.A. Kartini sejak remaja, Sujatin tak pernah lelah memperjuangkan nasib perempuan.
Mengidolakan R.A. Kartini sejak remaja, Sujatin tak pernah lelah memperjuangkan nasib perempuan.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Tim kampanye Presiden Nixon memanfaatkan intelijen untuk mengintip jeroan partai pesaingnya. Skandalnya dibongkar informan FBI dan wartawan.
Tim kampanye Presiden Nixon memanfaatkan intelijen untuk mengintip jeroan partai pesaingnya. Skandalnya dibongkar informan FBI dan wartawan.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
transparant.png
bottom of page