- 27 Apr
- 3 menit membaca
Diperbarui: 22 jam yang lalu
KENDATI sekarang sudah langka, peternakan sapi di Jakarta Selatan masih tetap ada terutama di daerah Mampang Prapatan dan sekitarnya. Peternak-peternak itu menjadi “benteng” terakhir dari tradisi-ekonomi penduduk yang telah lama eksis di sana.
Selatan Jakarta (ommelanden) adalah daerah potensial untuk berternak sapi penghasil susu di era Hindia Belanda. Potensi itu pun dimanfaatkan dengan baik hingga wilayah yang kini berndama Jakarta Selatan itu menjadi penghasil susu segar (melkboer).
Pada dekade 1920-an, daerah tersebut telah menjadi sentra bisnis susu segar. Pesaing terbesar susu murni hanyalah adalah susu kaleng impor. Sebagaimana diberitakan De West tanggal 19 Februari 1926, susu segar di pasaran punya harga terendah 50 sen tiap liternya. Harga tertingginya 60-70 sen untuk tiap liter. Susu-susu itu dijual dalam kemasan botol kaca. Dari peternakan, harga susu sekitar 25 hingga 33 sen per botol. Susu-susu itu lalu dijual lagi dari rumah ke rumah orang-orang kaya Belanda di Batavia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















