- 23 Apr
- 3 menit membaca
SEBAGAI daerah dengan banyak orang Belanda, Sulawesi Selatan di zaman pendudukan Jepang punya banyak orang Eropa yang menjadi tawanan perang. Mereka tersebar di berbagai kamp di Sulawesi Selatan.
Kampili adalah salah satu kamp di sana. Isinya perempuan dan anak-anak. Yang bertanggungjawab di sana Sersan Yamadji dan seorang pembantu yang bisa dipukuli Yamadji jika kinerjanya tidak sesuai standar dan harapan Yamadji.
Seorang bekas tukang daging yang juga jadi pemuka agama, yang disapa sebagai Bapak Beltjens, ditempatkan di sana. Ia sebelumnya ditugaskan di kamp Pare-pare. Bermodalkan beberapa ekor babi yang kakinya patah karena terguncang-guncang di atas truk waktu dalam perjalanan menuju kamp, sebuah peternakan babi lalu diadakan di dalam kamp itu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















