top of page

Operasi Hantu Amerika Serikat di Perang Vietnam (Bagian II)

Rekaman suara rintihan arwah yang tersesat tidak hanya membuat pasukan Viet Cong tidak nyaman, tetapi juga memengaruhi mental pasukan Amerika Serikat dan penduduk sipil.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 2 jam yang lalu
  • 4 menit membaca

MILITER Amerika Serikat menyadari pasukan Viet Cong yang menggunakan strategi perang gerilya bukan lawan yang mudah ditaklukan. Oleh karena itu, Amerika dan Vietnam Selatan menggunakan berbagai strategi salah satunya Wandering Soul Operations atau Operasi Jiwa-jiwa yang Tersesat untuk memanipulasi dan melemahkan emosi serta persepsi serdadu komunis itu.


Operasi ini memanfaatkan kepercayaan masyarakat Vietnam akan kematian. Menurut Edgar Wollstone dalam The Dark Encounters in Vietnam, militer Amerika memanfaatkan konsep hantu dalam budaya Vietnam untuk melemahkan musuh.


“Pihak Amerika memanfaatkan ide tentang pemakaman yang tidak layak bagi jenazah dan konsekuensi yang terkait dengannya. Melalui gagasan ini, tentara Amerika memutar rekaman yang mengatakan, ‘seseorang telah mati dan jangan berakhir seperti itu.’ Hal ini dilakukan untuk menakuti tentara Vietnam agar menyerah,” tulis Wollstone.


Rekaman Ghost Tape Nomor 10 itu dikembangkan sedemikian rupa oleh psikolog militer dan ahli teknologi audio untuk menumbuhkan perasaan gelisah, takut, dan tidak nyaman kepada serdadu Viet Cong.


Victor Ghost menulis dalam The Haunted Tape: How the US Military Used Ghosts to Fight the Viet Cong, dengan menggabungkan keahlian psikologi dan teknologi audio, militer Amerika berupaya menciptakan kondisi yang akan memicu rasa takut di kalangan serdadu Viet Cong. Tim ini bekerja pada berbagai aspek, termasuk modulasi suara, kebisingan latar belakang, dan proyeksi suara, untuk memastikan kualitas menyeramkan rekaman tersebut dapat menembus hutan yang rimbun dan bergema dengan ketakutan yang membuat pendengarnya merasa tidak nyaman.


“Penekanan kolaboratif ini menonjolkan penekanan kuat pada rekayasa psikologis, menunjukkan kesadaran yang tajam tentang bagaimana suara dapat memanipulasi emosi dan persepsi. Interaksi antara wawasan psikolog dan keterampilan teknis para ahli teknologi audio menjadi tulang punggung ‘senjata’ yang mengganggu ini,” tulis Ghost.


Untuk memaksimalkan dampak rekaman secara psikologis, Ghost Tape Nomor 10 dirancang dengan mengintegrasikan gagasan dan kepercayaan masyarakat Vietnam mengenai kehidupan setelah kematian. Tak hanya itu, untuk membuat rekaman itu terasa semakin nyata, militer Amerika membuat rekaman itu dengan dialek lokal dan tema-tema yang relevan secara budaya yang menyentuh kekhawatiran dan rasa takut masyarakat Vietnam dengan hal-hal spiritual.


“Suara dalam kaset meniru nada dan intonasi yang diharapkan dapat memberi dampak psikologis kepada pasukan Viet Cong, memicu respons emosional yang familiar. Dengan memanggil anggota keluarga dan meratapi penderitaan di alam baka, rekaman ini menangkap ketakutan mendalam terkait kematian dan kehilangan kehormatan,” jelas Ghost.


Dengan persiapan yang cermat itu, militer Amerika meyakini Ghost Tape Nomor 10 sebagai alat psikologis yang ampuh. Namun, rekaman itu tidak hanya mengganggu tentara Viet Cong, tetapi juga memengaruhi moral tentara Amerika dan sekutunya yang memiliki keyakinan serupa tentang jiwa-jiwa yang dimakamkan tidak layak atau bahkan belum dimakamkan.


Ghost Tape Nomor 10 telah diuji coba secara ekstensif untuk menyempurnakan keefektifan psikologisnya. Uji coba awal melibatkan tentara dan penerjemah yang memberikan wawasan tambahan tentang bagaimana rekaman tersebut mungkin dipersepsikan oleh serdadu Viet Cong. Umpan balik dari uji coba ini berperan dalam pengembangan Ghost Tape Nomor 10. Hal ini memungkinkan tim melakukan penyesuaian tingkat suara, kecepatan, dan intensitas emosional rekaman. Pengujian berulang memastikan versi akhir rekaman mecapai tingkat ketakutan dan kegelisahan yang maksimum bagi musuh saat diputar di hutan.


Rekaman Ghost Tape Nomor 10 kemudian diperdengarkan di tempat-tempat persembunyian pasukan Viet Cong. Helikopter yang dilengkapi pengeras suara memutar rekaman audio tersebut di lokasi musuh selama operasi malam hari. Kondisi hutan yang lebat membuat area tersebut menjadi gelap dan hening, sehingga memperkuat efek menyeramkan.


“Suara itu bergema di hutan, menciptakan atmosfer ketakutan yang sulit diabaikan oleh Viet Cong. Taktik memutar rekaman melalui udara secara signifikan memperluas jangkauan audio tersebut, memastikan pesan-pesan yang mengganggu menembus persembunyian musuh. Kombinasi pergerakan pasukan taktis dengan senjata psikologis ini menciptakan kondisi yang menakutkan dan membingungkan. Dengan menargetkan langsung keyakinan mereka, pasukan AS berusaha melemahkan tekad musuh, menunjukkan dampak mendalam operasi psikologis selama Perang Vietnam,” tulis Ghost.


Namun, Wollstone mencatat, beberapa peneliti menyebut Viet Cong sama sekali tidak terpengaruh oleh rekaman itu dan mendeteksi tipu muslihat yang dilakukan Vietnam Selatan yang disokong Amerika. Sementara ada laporan yang menyebut rekaman suara dari arwah yang tersesat itu cukup membuat takut dan gelisah pasukan Viet Cong, sehingga memengaruhi emosi dan mental mereka selama gerilya.


“Musuh konon sangat percaya takhayul tentang dikubur di kuburan tanpa tanda... Takhayul itu sangat berpengaruh –baik secara sadar maupun bawah sadar. Musuh menyadari suara-suara ini berasal dari perekam kaset di helikopter, tetapi itu tetap tidak membantu menekan rasa takut mereka bahwa suatu hari jiwa mereka akan meratap dan mengerang,” tulis Tom Mangold dan John Penycate dalam The Tunnels of Cuchi: A Harrowing Account of America’s “Tunnel Rats” in the Underground Battlefields of Vietnam.


Paparan berulang dari rekaman Ghost Tape Nomor 10 tidak hanya menimbulkan dampak psikologis pada pasukan Viet Cong. Perasaan tidak nyaman yang memicu rasa takut dan gelisah juga dirasakan penduduk lokal dan pasukan Vietnam Selatan. Bahkan, tentara Amerika yang tidak tahu operasi itu karena rahasia, juga merasa gelisah yang menyebabkan perselisihan dan kebingungan.


Akibatnya, banyak yang khawatir manipulasi psikologis melalui rekaman Ghost Tape Nomor 10 akan menyebabkan efek domino melampaui apa yang diharapkan. Alih-alih melemahkan musuh, rekaman mengerikan yang diputar terus menerus juga dapat mengubah persepsi dan tekad pasukan Vietnam Selatan dan Amerika, serta penduduk sipil yang terjebak di tengah konflik.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Istilah tante girang populer pada 1970-an kendati sudah menggejala dua dekade sebelumnya. Sastra populer merekamnya sebagai potret sosial.
bg-gray.jpg
Despite the mixed reactions, telenovelas continue to dominate Indonesian television. The heyday of these Latin American soap operas ultimately came to an end as viewers grew tired of them and switched to Mandarin and Korean dramas.
bg-gray.jpg
According to the Wangsakerta Manuscript, Tarumanagara was founded by refugees from India.
bg-gray.jpg
Prasasti Tugu turut meriwayatkan Kali Bekasi dan Kali Cakung Lama. Satu dari tujuh prasasti penting warisan Tarumanagara.
Dianggap sebagai bapak pendiri Cape Town, Jan van Riebeeck membuka pemukiman kulit putih di Afrika Selatan.
Dianggap sebagai bapak pendiri Cape Town, Jan van Riebeeck membuka pemukiman kulit putih di Afrika Selatan.
Rekaman suara rintihan arwah yang tersesat tidak hanya membuat pasukan Viet Cong tidak nyaman, tetapi juga memengaruhi mental pasukan Amerika Serikat dan penduduk sipil.
Rekaman suara rintihan arwah yang tersesat tidak hanya membuat pasukan Viet Cong tidak nyaman, tetapi juga memengaruhi mental pasukan Amerika Serikat dan penduduk sipil.
Donald Trump putus asa Amerika Serikat sudah tak lagi relevan, kata sejarawan Vijay Prashad. Momentum untuk berdiri tegak membawa semangat KAA.
Donald Trump putus asa Amerika Serikat sudah tak lagi relevan, kata sejarawan Vijay Prashad. Momentum untuk berdiri tegak membawa semangat KAA.
Sebagai ibukota Asia-Afrika, Bandung tak sekadar mencetuskan gerakan politik dan perdamaian, melainkan juga kedaulatan ekonomi.
Sebagai ibukota Asia-Afrika, Bandung tak sekadar mencetuskan gerakan politik dan perdamaian, melainkan juga kedaulatan ekonomi.
Setelah memberontak, pangkatnya  malah naik. Itulah pengalaman Alex Mengko si tentara berpengalaman.
Setelah memberontak, pangkatnya malah naik. Itulah pengalaman Alex Mengko si tentara berpengalaman.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
transparant.png
bottom of page