- 56 menit yang lalu
- 4 menit membaca
TEPAT 32 tahun setelah pertempuran 10 November 1945, Surabaya kembali bergelora. Kali ini arek-arek bukan menentang kehadiran Sekutu, tapi menolak pemilihan kembali Soeharto sebagai presiden.
Pada 10 November 1977, massa berkekuatan sekitar 3000 orang menggelar demonstrasi di Kota Pahlawan. Mereka tak hanya kecewa dengan korupsi yang merajalela dan demokrasi yang buruk. Mereka juga menolak pengangkatan kembali Soeharto sebagai presiden. Ketika itu, presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dalam Sidang Umum MPR RI setiap lima tahun di Senayan, Jakarta.
Bukan sekali-dua kali gedung MPR RI di Senayan didatangi mahasiswa yang menolak Soeharto menjadi presiden lagi. Di antara para pendemo itu, Chalimi dan kawan-kawannya dari berbagai kampus diterima Ketua Dewan DPR/MPR RI Adam Malik.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















