top of page

Menolak Soeharto Disekap di Penjara Kalisosok

KH Chalimi pernah memimpin gerakan mahasiswa Surabaya menolak Soeharto menjadi presiden lagi. Ditangkap lalu disekap di penjara angker Kalisosok.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Soeharto menyampaikan pidato setelah terpilih kembali menjadi presiden dalam Sidang Umum MPR RI pada 11 Maret 1978. (ANRI).

1 Jun
4 menit membaca

TEPAT 32 tahun setelah pertempuran 10 November 1945, Surabaya kembali bergelora. Kali ini arek-arek bukan menentang kehadiran Sekutu, tapi menolak pemilihan kembali Soeharto sebagai presiden.


Pada 10 November 1977, massa berkekuatan sekitar 3000 orang menggelar demonstrasi di Kota Pahlawan. Mereka tak hanya kecewa dengan korupsi yang merajalela dan demokrasi yang buruk. Mereka juga menolak pengangkatan kembali Soeharto sebagai presiden. Ketika itu, presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dalam Sidang Umum MPR RI setiap lima tahun di Senayan, Jakarta.


Bukan sekali-dua kali gedung MPR RI di Senayan didatangi mahasiswa yang menolak Soeharto menjadi presiden lagi. Di antara para pendemo itu, Chalimi dan kawan-kawannya dari berbagai kampus diterima Ketua Dewan DPR/MPR RI Adam Malik.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page