- 2 jam yang lalu
- 9 menit membaca
KETIKA Kostrad berulang tahun ke-30, Presiden Soeharto mengajak segenap prajurit Kostrad untuk menghayati sejarah korps tersebut. Soeharto tentu khatam dengan sejarah Kostrad. Namanya sebagai perwira TNI mulai menanjak saat dia ditunjuk menjadi panglima pertama Kostrad periode 1961–1965. Itulah sebabnya, dalam setiap ulang tahun Kostrad, Soeharto selalu menyampaikan amanat beranjak dari sejarah dan tradisi Kostrad.
“Dengan dukungan ABRI yang berintikan Kostrad, Indonesia siap merebut Irja (Irian Jaya, kini Papua, red.) dengan kekuatan senjata. Akhirnya Irja kembali ke pangkuan RI lewat jalan diplomasi. Pada masa pemberontakan G30S/PKI, kesatuan yang selalu tampil di depan dalam menjaga keutuhan negara kesatuan RI ini bersama jajaran ABRI lainnya dan seluruh rakyat telah menyelamatkan negara RI yang berdasarkan Pancasila,” kata Soeharto dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Panglima ABRI Jenderal TNI Try Sutrisno dikutip Kompas, 10 Maret 1991.
Soeharto menekankan pentingnya merawat dan mempertahankan sejarah Kostrad. Menurut Soeharto, Kostrad adalah kesatuan ABRI yang memiliki sejarah dan tradisi gemilang. Perjalanan sejarah Kostrad memperlihatkan adanya tradisi keprajuritan dan perjuangan dalam korps yang berpangkal pada patriotisme, semangat kebangsaan, dan cinta tanah air.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















