top of page

Henk Ngantung Perancang Lambang Kostrad

Henk Ngantung sebagai perancang lambang Kostrad diakui secara resmi oleh Soeharto. Dia juga menjadi warga kehormatan Kostrad. Namun, setelah peristiwa 1965, jasanya seakan dilupakan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Henk Ngantung. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

25 Jul
9 menit membaca

Diperbarui: 28 Jul

KETIKA Kostrad berulang tahun ke-30, Presiden Soeharto mengajak segenap prajurit Kostrad untuk menghayati sejarah korps tersebut. Soeharto tentu khatam dengan sejarah Kostrad. Namanya sebagai perwira TNI mulai menanjak saat dia ditunjuk menjadi panglima pertama Kostrad periode 1961–1965. Itulah sebabnya, dalam setiap ulang tahun Kostrad, Soeharto selalu menyampaikan amanat beranjak dari sejarah dan tradisi Kostrad.


“Dengan dukungan ABRI yang berintikan Kostrad, Indonesia siap merebut Irja (Irian Jaya, kini Papua, red.) dengan kekuatan senjata. Akhirnya Irja kembali ke pangkuan RI lewat jalan diplomasi. Pada masa pemberontakan G30S/PKI, kesatuan yang selalu tampil di depan dalam menjaga keutuhan negara kesatuan RI ini bersama jajaran ABRI lainnya dan seluruh rakyat telah menyelamatkan negara RI yang berdasarkan Pancasila,” kata Soeharto dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Panglima ABRI Jenderal TNI Try Sutrisno dikutip Kompas, 10 Maret 1991.


Soeharto menekankan pentingnya merawat dan mempertahankan sejarah Kostrad. Menurut Soeharto, Kostrad adalah kesatuan ABRI yang memiliki sejarah dan tradisi gemilang. Perjalanan sejarah Kostrad memperlihatkan adanya tradisi keprajuritan dan perjuangan dalam korps yang berpangkal pada patriotisme, semangat kebangsaan, dan cinta tanah air.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page