top of page

Sketsa Kehidupan Henk Ngantung

Henk Ngantung menjadi satu-satunya gubernur Jakarta yang berasal dari kalangan seniman. Namun, kehidupannya tak seindah guratan pada lukisan dan sketsanya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sketsa potret Henk Ngantung. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

19 Mei
7 menit membaca

Diperbarui: 22 Jul

SKETSA lelaki paruh baya terpajang di ruang pameran Museum Naskah Proklamasi (Munasprok) di Jalan Imam Bonjol No. 1, Menteng, Jakarta Pusat. Informasi pada sketsa menerangkan sosok pria tersebut: Hendrik “Henk” Hermanus Joel Ngantung atau lebih dikenal dengan Henk Ngantung. Yang menarik, sketsa itu dilukis oleh Henk sendiri.


Edukator Munasprok, Paskasius Fajar Sunandar menyebut sketsa diri itu merupakan potret Henk saat berusia 55 tahun. Henk mengerjakan sketsanya dengan cara bercermin sambil menggambar secara langsung. Pada sketsa ini tampak goresan garis ekspresif yang membentuk wajah Henk Ngantung mengenakan kacamata hitam. Bila Henk kelahiran 1921, maka sketsa tersebut bertitimangsa 1976.


Sketsa potret Henk Ngantung menjadi salah satu koleksi yang disimpan oleh keluarga. Sebagian telah dijual atau dihibahkan ke Museum Seni Rupa Keramik. Selain dikenal sebagai seniman, Henk Ngantung adalah gubernur Jakarta periode 1964–1965, sekaligus gubernur Jakarta satu-satunya yang berlatar belakang seniman. Dia termasuk seniman yang dekat dengan Presiden Sukarno, sehingga hidupnya memprihatinkan setelah peristiwa G30S 1965.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page