top of page

Dinamika Majalah Sastra di Indonesia (Bagian I)

Majalah sastra di Indonesia merepresentasikan suasana zamannya. Sastrawan generasi pertama belum menemukan formatnya hingga sastrawan Pujangga Baru menjadi pionir.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tokoh sastrawan Pujangga Baru. (Pustaka Jaya).

16 Mei
4 menit membaca

Diperbarui: 16 Mei

MAJALAH sastra Horison pernah menjadi kiblat dan barometer kesusasteraan Indonesia modern. Sejak didirikan oleh para sastrawan Angkatan ‘66, Horison tampil sebagai majalah sastra paling berpengaruh terutama pada periode awal Orde Baru. Sebagai majalah sastra terkemuka, Horison termasuk pula yang paling eksis hingga mencapai usia enam dekade (1966–2026).


Namun, kritikus sastra Zen Hae mengatakan, penerbitan majalah sastra di Indonesia sejatinya sudah marak sejak masa pra-kemerdekaan. Horison sendiri baru terbit pada Juli 1966. Sementara itu, landasan majalah kesusastraan di Indonesia bisa ditarik dari periode kolonialisme.


“Masa-masa ketika modernitas awal 1920-an melanda Hindia Belanda. Orang-orang bumiputra yang mendapatkan pendidikan sekolah Belanda, mereka membangun semacam budaya baru, tulisan baru, membawa pengaruh sastra Belanda ke dalam karakter sastra berbahasa Melayu saat itu,” kata Zen dalam diskusi “Yang Terbit, Yang Tenggelam: 60 Tahun Majalah Horison” di Balai Sastra H.B. Jassin, Jakarta pada Minggu, 10 Mei 2026.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
transparant.png
bottom of page