top of page

Hindia Belanda dalam Kacamata Sastra

Sastra Hindia Belanda tak hanya menyajikan kisah tentang kehidupan di masa kolonial. Pembacaan kritis terhadap karya sastra tersebut memberi ruang untuk refleksi di masa kini.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Buku Sado-biekjes yang ditulis oleh N. Labrijn. (KITLV).

25 Sep 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 9 Des 2025

PEMBAHASAN tentang Hindia Belanda seringkali dikaitkan dengan sejarah kolonialisme Belanda di Nusantara. Sebutan ini juga digunakan untuk merujuk pada kehidupan masyarakat Indonesia di masa pra-kemerdekaan. Dalam kacamata politik maupun militer, Hindia Belanda menjadi bukti bagaimana sebuah negara mengatur dan mengeksploitasi bangsa lain. Di sisi lain, Hindia Belanda menjadi melting pot, tempat perpaduan berbagai budaya yang membentuk identitas baru. Hal ini terlihat dalam sastra Hindia Belanda yang tumbuh sejak abad ke-19.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page