- 9 Des 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 4 hari yang lalu
ADOLF Hitler, pentolan Nazi Jerman, sejak lama jadi sosok yang paling banyak diteliti. Mulai dari pemikiran politik dan militernya hingga urusan isi celana dalamnya. Terbaru, sebuah penelitian DNA meyakini Hitler punya kelainan alat kelamin yang membuat penisnya tak tumbuh normal. Hasil penelitian itu sempat bikin geger dan menimbulkan perbincangan hangat setelah divisualisasikan lewat dokumenter bertajuk Hitler’s DNA: Blueprint of a Dictator. Stasiun TV Inggris, Channel 4, menayangkannya dalam dua episode pada 15 dan 22 November 2025.
Dalam dokumenter itu, penelitiannya dipimpin Prof. Turi Emma King, pakar genetika yang juga direktur Milner Centre for Evolution di University of Bath. Pada 2012, Prof. King dikenal sebagai pakar genetika yang juga pernah meneliti DNA Richard III ketika kerangka raja Inggris –yang bertakhta 1483-1485– itu diekshumasi dan dilakukan penguburan kembali di Katedral Saint Martin, Leicester.
“Kami memastikan melakukannnya dengan penelitian ilmiah yang ketat. Jujur mulanya kami belum tahu apa yang akan kami temukan dan ternyata ia memiliki genome yang sangat menarik,” ujar King kepada BBC News, 13 November 2025.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















