top of page

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Haji Djamhari dan istrinya. (Repro Edy Supratno, Haji Djamhari Penemu Kretek).

28 Feb
4 menit membaca

Diperbarui: 5 Apr

DALAM historiografi populer, nama Haji Djamhari sering disebut sebagai penemu rokok kretek. Namun, selama bertahun-tahun sosok ini dipandang sebagai figur mitologi. Sebuah legenda lokal yang tidak memiliki dasar historis yang kuat.


Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat Kudus, Haji Djamhari hidup pada akhir abad ke-19. Dia dikisahkan mengalami sakit di bagian dada yang sudah lama dideritanya. Setiap kali serangan sesak napas datang, dia merasakan penderitaan yang begitu berat.


Dalam upaya meredakan penyakit tersebut, dia mencoba menggunakan minyak cengkih dengan mengoleskannya pada dada dan punggungnya. Cara itu memberinya sedikit kelegaan, meskipun belum benar-benar menyembuhkan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page