top of page

Riwayat di Balik Makam Pelaut Inggris di Kebun Raya Bogor

Kapten Drury, veteran Invasi Jawa, menjadi satu-satunya orang Inggris yang dikebumikan di makam kuno Belanda di Kebun Raya Bogor.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Makam Kapten Joseph Drury di pemakaman Belanda di dalam Kebun Raya Bogor (Randy Wirayudha/Historia.ID)

30 Mei
7 menit membaca

BAMBU-BAMBU raksasa menjulang tinggi memberikan keteduhan di Taman Bambu, sisi barat Kebun Raya Bogor (KRB) siang, 12 Mei 2026 itu. Di tengah-tengah taman itu, terdapat sebuah permakaman Belanda meski ada satu makam dengan epitaf berbahasa Inggris milik seorang bekas perwira Angkatan Laut (AL) Inggris: Kapten Joseph Drury.


To the memory of Captn J. Drury. R.N. Who died on the 1st of March 1835. Aged 51 years. Much regretted by his relations & friends,” demikian bunyi epitaf di nisan marmer abu-abu itu.


Makam Kapten Drury hanyalah satu dari 42 makam yang tersebar di kebun seluas 87 hektare itu. Namun, hanya 38 makam yang tulisan pada nisannya bisa terbaca sehingga teridentifikasi siapa orang yang dipendam di dalam tanahnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page