top of page

Niatnya Membuka Jalur Rempah, Pelaut Belanda Nyasar ke Pulau Paskah

Menguak misteri patung-patung raksasa di Pulau Paskah. Pertamakali diamati seorang pelaut Belanda secara tak sengaja ketika hendak membuka jalur rempah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Patung-patung raksasa moai di Pulau Paskah (PLOS One)

28 Nov 2025
5 menit membaca

Diperbarui: 2 Mar

SEJAK pertamakali ditemukan oleh pelaut Belanda tiga abad silam, satu per satu misteri-misteri Pulau Paskah terkuak. Terbaru, para peneliti dari sebuah kampus negeri asal New York menyingkap bahwa ratusan patung raksasa moai yang terdapat pada pulau terpencil di selatan Samudera Pasifik di teritorial terluar Chile itu tidaklah dibuat oleh satu klan atau satu kerajaan saja.


Dari sejumlah penelitian terdahulu, sudah diketahui bahwa patung-patung moai itu dibuat oleh bangsa Rapa Nui yang pernah mendiami Pulau Paskah. Patung-patung moai, baik yang hanya berupa kepala maupun patung-patung utuh, dibuat pada 900 tahun lalu.


Mengutip Daily Mail, Rabu (26/11/2025), riset terbaru itu dilakukan para peneliti dan arkeolog pimpinan Prof. Carl Lipo dari Binghamton University. Risetnya menggunakan teknologi mutakhir, di mana mereka menggunakan drone untuk mengambil sekitar 22 ribu gambar yang lantas disatukan untuk menjadi satu model tiga dimensi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page