- 24 Jan
- 4 menit membaca
Diperbarui: 18 Apr
SEKALI waktu, Laksamana TNI (Purn.) Sudomo meninjau Asrama Embarkasi Haji Donohudan di Boyolali. Waktu itu, Sudomo menjabat ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Sembari memeriksa fasilitas asrama, Sudomo bercengkrama dengan para calon haji yang sedang menunggu pemberangkatan. Perhatian Sudomo tertuju kepada calon haji tua yang duduk di pinggiran ranjang.
“Berapa umur Bapak,” tanya Sudomo. Bapak tua tersebut menjawab bahwa umurnya sudah 80 tahun.
Mendengar jawaban itu, Sudomo pun menimpali, “orang yang berumur di atas 80 tahun, Insya Allah dosa-dosanya sudah luntur, alias diampuni Allah,” kata Sudomo yang langsung dijawab, “Amin,” oleh si bapak tua.
Sudomo melanjutkan obrolan. “Umur saya sendiri 71 tahun, tapi umur dari alis ke mata atas,” kata Sudomo sambil menunjuk rambutnya yang sudah memutih. Sudomo lahir pada 20 September 1926 di Malang, Jawa Timur.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















