top of page

Lotere untuk PON

Tak ada uang, lotere pun jadi. PON pertama di era Orde Baru bakal urung terlaksana jika tanpa lotere.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Poster resmi Olimpiade Berlin 1936 di Deutsches Fussballmuseum, Dortmund, Jerman/Foto: Randy Wirayudha (Historia)

4 Feb 2014
2 menit membaca

Diperbarui: 26 Agu

PERSIAPAN PON VII tahun 1969, ajang olahraga empat tahunan yang pertama di masa Orde Baru, nyaris tak bisa digelar. Maklum, kondisi politik dan ekonomi belum sepenuhnya stabil. Tak heran jika banyak daerah menolak menjadi tuan rumah dengan alasan tak punya dana.


Di Jawa Timur, setelah Gerakan 30 September 1965, Operasi Trisula menghancurkan berbagai unsur Partai Komunis Indonesia. Menurut Pangdam VIII/Brawijaya, M. Jassin, Operasi Trisula dan peng-Orba-an di Jawa Timur berhasil.


“Atas hal ini, Sultan Hamengkubuwono IX, selaku ketua KONI Pusat, menunjuk Jawa Timur sebagai tuan rumah PON pertama di era Orde Baru,” kata Jasin dalam memoarnya, M. Jassin, Saya Tak Pernah Meminta Ampun Kepada Soeharto.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page