top of page

Slamet Bratanata di Balik Petisi 50

Semasa menjabat menteri pertambangan, Slamet Bratanata didepak oleh Soeharto. Slamet kemudian jadi oposisi Orde Baru dalam Petisi 50.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ali Sadikin dan Slamet Bratanata, dua orang tokoh Petisi 50. (Majalah Tempo).

22 Mei 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 5 Mei

DOKUMEN Pernyataan Keprihatinan kelompok Petisi 50 adalah relik sejarah perlawanan terhadap rezim otoriter Orde Baru. Dalam Petisi 50 tampil sejumlah pemuka negeri, mulai dari pejuang Angkatan 45, tokoh politik, hingga cendekiawan muda.


Oposisi itu bermula dari penolakan tegas mereka terhadap tafsir sepihak Presiden Soeharto atas Pancasila dalam pidatonya yang sekaligus mengancam siapa saja yang hendak merongrong Pancasila.


“Mengingat pemikiran-pemikiran yang terkandung dalam pidato-pidato Presiden Soeharto adalah unsur yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan pemerintahan negara ini dan pemilihan umum yang segera akan berlangsung, kami mendesak para wakil rakyat di DPR dan MPR untuk menanggapi pidato-pidato Presiden pada tanggal 27 Maret dan 16 April 1980,” demikian maklumat penutup dari Petisi 50.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page