top of page

Ketika Ali Sadikin Mau Gebuk Sudomo

Naik-turun hubungan Ali Sadikin dan Sudomo. Berseberangan pandangan politik, tetapi akur secara pribadi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ali Sadikin dan Sudomo. (Majalah Editor).

17 Jun 2019
2 menit membaca

Diperbarui: 28 Apr

KENDATI sama-sama berasal dari Angkatan Laut (AL), hubungan antara Ali Sadikin dan Sudomo bisa dibilang fluktuatif. Keduanya adalah pribadi yang berbeda tipikal. Ali Sadikin kritis terhadap pemerintah Orde Baru. Sementara Sudomo membungkam mereka yang menentang rezim.  


Ketika Ali Sadikin vokal mengkritik pemerintah lewat Petisi 50, Sudomo yang kala itu jadi panglima Kopkamtib melakukan pencekalan (cegah-tangkal). Untuk membawa istrinya berobat ke negeri Belanda, Ali Sadikin kesulitan akibat dicekal. Perintah cekal itu berasal dari Sudomo. Padahal, Sudomo masih terhitung juniornya Ali Sadikin.


“Pencekalan itu sebenarnya inisiatif saya, bukan karena diminta Pak Harto. Dengan Bang Ali saya tidak ada masalah, kawan baik. Kita kan tinggal berdekatan, bertetangga, ” kata Sudomo dalam Warnasari, edisi Oktober 1997 mengutip harian Terbit. Namun soal relasi pribadi, Sudomo mengatakan, “Kalau ia ulang tahun saya datang, peluk-pelukan.  Pokoknya saya menghormatinya, karena ia kan atasan saya.”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
transparant.png
bottom of page