- 28 Mei
- 4 menit membaca
28 MEI 1738, Joseph-Ignace Guillotin lahir di Saintes, Prancis. Namanya menjadi eponim untuk alat pemenggal kepala yang digunakan saat eksekusi mati, guillotine. Meskipun menggunakan namanya, Guillotin bukanlah penemu dari mesin jagal tersebut.
Guillotin membangun reputasi sebagai dokter yang terkemuka di Prancis. Aktivitasnya dalam politik membawanya terpilih sebagai anggota Majelis Nasional.
Sebagai anggota Majelis, dia mengajukan rancangan undang-undang (RUU0 untuk reformasi medis pada 1791. Antara lain berisi penyetaraan dokter dan ahli bedah, pembentukan kampus kedokteran nasional, standarisasi profesi, serta penyatuan teori dan klinik. Pergolakan politik Revolusi Prancis dan jatuhnya monarki membuat Majelis Nasional tak sempat mengesahkannya. Gagasan dalam RUU ini akhirnya menjadi fondasi hukum kedokteran modern Prancis lewat undang-undang baru pada Maret 1803.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















