top of page

Dinamika Majalah Sastra di Indonesia (Bagian II)

Chairil Anwar dan kawan-kawan membangun majalah sastra di tengah revolusi kemerdekaan. Setelah itu, penerbitan majalah sastra menggeliat dan beririsan dengan konflik ideologis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Chairil Anwar, Asrul Sani, dan Rivai Apin, sastrawan pelopor Angkatan 45. (Repro Tiga Menguak Takdir).

27 Mei
3 menit membaca

CHAIRIL ANWAR terkenal sebagai penyair yang suka keluyuran. Kebiasaan ini terjadi pula saat ia mengasuh majalah sastra Gema Suasana. Chairil menerbitkan majalah itu bersama sastrawan Asrul Sani dan Rivai Apin pada Januari 1948. Mereka berkantor di Jl. Gunung Sahari 84, Jakarta Pusat. Setahun kemudian, 28 April 1949, Chairil meninggal dunia. Begitu pula Gema Suasana tak berumur panjang.


“Generasinya Chairil Anwar ini sebetulnya satu generasi sastrawan yang tidak punya majalah sastra,” kata kritikus sastra Zen Hae. “Pada saat itu, Indonesia baru merdeka dan belum ada majalah sastra yang muncul secara kuat.”


Sastrawan generasi Chairil Anwar disebut Angkatan 45. Selain Chairil, sastrawan Angkatan 45 antara lain Asrul Sani, Rivai Apin, H.B. Jassin, Pramoedya Ananta Toer, Sitor Situmorang, Mochtar Lubis, N.H. Dini, Ramadhan K.H, Ali Akbar Navis, Utuy Tatang Sontani, Achdiat Kartamihardja, dan lainnya. Meski sudah terpapar semangat nasionalisme, karya sastrawan Angkatan 45 masih merujuk ke Barat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Peringatan Presiden Soeharto akan menggebuk politisi sampai jenderal tercetus dari atas pesawat. Bikin geger begitu mendarat.
Peringatan Presiden Soeharto akan menggebuk politisi sampai jenderal tercetus dari atas pesawat. Bikin geger begitu mendarat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
transparant.png
bottom of page