top of page

Kala Pramuka Bertransmigrasi

Gerakan Pramuka pernah punya andil dalam menggiatkan pembangunan melalui transmigrasi. Namun, Transmigrasi Pramuka dinilai kurang tepat dan gagal.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Suasana pemberangkatan Transmigrasi Pramuka gelombang pertama di Jombang. (Koleksi pribadi Wahono Djoko Susanto).

27 Jul
11 menit membaca

KEBERHASILAN Transmigrasi Pramuka (Transpram) I dari Jombang, sebuah kota kecil di Jawa Timur, menarik perhatian Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka. Atas dasar itu, disusunlah rencana untuk menyelenggarakan gelombang kedua. Menariknya, Jombang kembali dipercaya sebagai daerah asal peserta.


Dalam wawancara dengan Mh. Thoyib Ft., wartawan Harian Abadi, Bupati Jombang Ismail Halil mengatakan bahwa di Jombang masih ada 376 Pramuka Wira Karya Bhumi yang menanti giliran untuk diberangkatkan. Sebanyak 56 di antaranya telah berproses di Training Center Pramuka di Desa Ngoro, Kecamatan Ngoro.


“Dalam waktu singkat akan diberangkatkan lagi ke obyek transmigrasi Way Abung untuk menyusul teman-temannya yang terdahulu,” catat Harian Abadi edisi 30 Maret 1973.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page