Ketika Sjafruddin menjadi kepala kantor inspeksi pajak di Bandung, ia menyadari betapa sengsaranya rakyat di bawah pendudukan Jepang. Ia pun kemudian masuk ke dalam gerakan bawah tanah pimpinan Sjahrir yang berfokus mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.
Dalam ekspedisi ilmiahnya, Alexander von Humboldt masuk ke gua tempat pemakaman suku yang telah punah. Seekor burung nuri diyakini sebagai penutur terakhir bahasa suku itu.
Ahmad Subardjo tak hanya berotak encer dalam pelajaran, wawasan dunia dan kesadaran kebangsaannya tumbuh berkat Jules Verne, Multatuli, hingga Sun Yat-sen.
Hari ulang tahun Pangeran Bernhard menjadi awal perlawanan warga Belanda terhadap pendudukan Nazi Jerman. Bunga anyelir favorit sang pangeran menjadi simbol perlawanan.
Buyut Ahmad Subardjo berasal dari keluarga terpandang di Aceh yang terlibat persaingan kekuasaan. Dia memilih merantau ke Jawa dan menjadi pemuka agama Islam. Anaknya mengikuti jejaknya.
Dari genosida ke genosida. Lebih dari 8.000 jiwa musnah dalam genosida di Srebrenica tiga dekade silam. Kini, sudah lebih dari 73 ribu nyawa di Palestina melayang.
Upaya menyingkirkan Megawati sebagai Ketua Umum PDI dengan mengangkat Soerjadi karena dianggap mengancam rezim Orde Baru dan dominasi kekuasaan Soeharto pada Pemilu 1997. Dinamika konflik internal PDI pun memuncak dalam peristiwa 27 Juli 1996.
Organisasi massa penentang terbesar pemerintah. Menolak diplomasi yang dilakukan pemerintah. Berumur pendek tapi eksistensinya berhasil manjatuhkan pemerintahan yang sedang berkuasa.
Ketika Sutan Sjahrir diculik, Moestopo menyiapkan perlawanan dengan membawa keris, pistol, dan granat. Karena gerak-geriknya mencurigakan, dia dilucuti pengawal Sukarno.
Ahmad Subardjo lahir di Karawang dari keturunan bangsawan Aceh dan Jawa. Anak kesayangan mantri polisi ini pindah ke Batavia untuk melanjutkan pendidikan di sekolah Belanda.
Anak muda putus sekolah dan menganggur menjadi problem di banyak daerah di Indonesia. Di Jombang, sebuah kota kecil di Jawa Timur, mereka diberikan keterampilan praktis dan praktik lapangan lalu dikirim ke Lampung dalam program Transmigrasi Pramuka.
Kaki Gunung Rajabasa tempat dulu Radin Inten II dan Singa Branta melawan Belanda di kemudian hari dijadikan daerah tujuan transmigrasi oleh pemerintah Hindia Belanda.
Meski yang terakhir dibuka, daerah transmigrasi yang kini bernama Metro berkembang cepat hingga menjadi kota yang ramainya mengalahkan Pringsewu dan Gedong Tataan.
Rela meninggalkan Jawa dan memulai hidup di Lampung dari nol, Haji Ghalib sukses hingga punya perusahaan. Dia juga tokoh pendidikan dengan pesantren dan sekolah yang dibangunnya.
Lebih dari seabad silam, Desa Wonosobo di Lampung menjadi daerah tujuan transmigrasi. Namanya yang mirip dengan nama kabupaten di Jawa Tengah terkait dengan asal penduduknya.
Dipolopori Gedong Tataan sebagai tempat awal transmigrasi, Lampung kemudian memiliki desa-desa bernama Bagelen, Wiyono, dan desa-desa bernama Jawa lain.