top of page

Lintah Darat di Kampung Transmigran

Utang jadi masalah penting para transmigran di daerah Gedong Tataan. Banyak lintah darat meraup kekayaan darinya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para transmigran asal Jawa di Sumatra. Hasrat ingin memperbaiki hidup di rantau para transmigran banyak yang pupus gegara masalah utang pada lintah darat. (ANRI).

23 Mei 2025
3 menit membaca

Diperbarui: 6 Mei

SETELAH  Gedong Tataan dibuka sebagai wilayah transmigrasi pada 1905, banyak daerah lain di Lampung yang mengikutinya dan dengan nama seperti nama-nama tempat di Jawa pula. Wates –yang dalam bahasa Jawa berarti batas atau pembatas– salah satunya, dengan penduduk juga kebanyakan orang Jawa. Anang dan Abdulrachman Hamim merupakan di antara transmigran asal dari Wates yang berada di dalam Gedong Tataan itu.


Sebagai perantau, Anang tentu harus memulai hidup dari nol. Maka, kendati telah mendapat bekal modal berupa lahan, dia seperti banyak transmigran lain pun menganggap perlu meminjam uang untuk modal memulai putaran roda ekonomi kehidupannya.


Het Nieuws van den dag, 26 September 1933, mengisahkan bahwa Anang pada awal 1928 meminjam uang sebesar  300 gulden pada Abdulrachman Hamim. Dari pinjaman sebesar itu, tiap bulannya Anang harus membayar uang pokok pinjamannya itu plus bunga sebesar 20 gulden.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page