top of page

Penduduk Belanda Melawan Nazi dengan Bunga

Hari ulang tahun Pangeran Bernhard menjadi awal perlawanan warga Belanda terhadap pendudukan Nazi Jerman. Bunga anyelir favorit sang pangeran menjadi simbol perlawanan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Penduduk Belanda meletakkan bunga di Istana Noordeinde, Den Haag, Belanda, 29 Juni 1940. (Haags Gemeentearchief/Wikimedia Commons).

7 Agu
3 menit membaca

SATU per satu penduduk Belanda berdatangan ke Istana Noordeinde di Den Haag, Belanda, pada 29 Juni 1940 untuk merayakan ulang tahun Pangeran Bernhard. Ini merupakan ulang tahun pertama anggota keluarga kerajaan sejak Belanda diduduki Nazi Jerman.


Kedatangan penduduk Belanda tidak untuk menemui anggota kerajaan, karena istana sudah tidak lagi ditinggali oleh Ratu Wilhelmina, Pangeran Bernhard, dan Putri Juliana. Ketiganya telah diungsikan ke London, Inggris, ketika Jerman menginvasi Belanda pada Mei 1940. Oleh karena itu, meski tetap ramai seperti tahun-tahun sebelumnya, penduduk hanya menandatangani buku ucapan selamat yang telah disediakan di area istana.


Sementara itu, kabar mengenai rencana demonstrasi besar-besaran untuk menentang pendudukan membuat Jerman memberlakukan sejumlah larangan menjelang peringatan ulang tahun Pangeran Bernhard.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page