top of page

Irawan Soejono Melawan Nazi Jerman

Irawan Soejono turut melawan Nazi-Jerman di Belanda. Ia tewas ditembak saat menyelundupkan mesin cetak stensilan. Namanya diabadikan sebagai nama jalan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kelompok mahasiswa Indonesia Barisan Irawan ikut parade pembebasan di Leiden. (Repro Di Negeri Penjajah).

23 Feb 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 22 Apr

DI sebuah sudut di bilangan Osdorp, pinggiran Amsterdam, terhampar sebuah jalan yang tak terlalu panjang. Jalan itu merentang 200 meter, menghubungkan Jalan Rudi Bloemgartensingel dengan Trijn Hullemanlaan dan diapit oleh dua jalan: Jacob Paffstraat dan Geertruide Lierstraat.


Pemerintah Kota Amsterdam menamai jalan itu Irawan Soejonostraat. Irawan Soejono bukan sosok terkenal, terlebih bila dibandingkan tokoh-tokoh Indonesia lain yang dijadikan nama jalan di Belanda, seperti R.A. Kartini (Kartinistraat), Mohammad Hatta (Hattastraat), dan Sutan Sjahrir (Sjahrirstraat).


Nama Irawan diabadikan karena perjuangan dan pengorbanannya di negeri, yang ironisnya, menjajah tanah airnya. Jalan Irawan Soejonostraat diresmikan pada 4 Mei 1990, bersamaan dengan peringatan para pahlawan dan korban-korban pendudukan Nazi-Jerman.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page