- 21 Agu 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 22 Mar
KARIER Frieda Belinfante dalam dunia orkestra tengah merangkak naik ketika Nazi Jerman menduduki Belanda tahun 1940. Musisi berbakat kelahiran Amsterdam tahun 1904 itu dikenal sebagai pemain selo dan seorang konduktor. Belinfante mulai bermain selo pada usia sepuluh tahun dan tahun 1937 dia diundang untuk memimpin Concertgebouw Amsterdam. Tak butuh waktu lama hingga namanya dikenang sebagai wanita pertama di Eropa yang menjadi konduktor orkestra profesional.
Belinfante aktif memimpin orkestra profesional di Belanda hingga tahun 1941. Hidupnya berubah ketika Belanda dikuasai Nazi Jerman di masa Perang Dunia II. Sebabnya, dia memiliki darah Yahudi dari ayahnya. Selain itu, Belinfante yang mengetahui bahwa Nazi memiliki sentimen negatif terhadap kelompok homoseksual, memilih untuk merahasiakan orientasi seksualnya selama perang.
Beberapa saat setelah menguasai Belanda, Nazi Jerman mulai memberlakukan sejumlah aturan yang tak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga para pekerja di berbagai bidang industri, termasuk musik dan orkestra. Peraturan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh para seniman inilah yang menyulitkan karier Belinfante. Terdorong oleh diskriminasi yang diberlakukan Nazi, Belinfante pun aktif dalam gerakan parlawanan melawan partai pimpinan Adolf Hitler itu di Amsterdam.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















