top of page

Kisah Seniman Yahudi Pura-pura Mati demi Menghindari Nazi

Pelukis wanita Jerman berdarah Yahudi yang juga penyuka sesama jenis memalsukan kematiannya untuk menghindari kejaran Nazi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Repro foto pelukis wanita Jerman Gertrude Sandmann (1893-1981) yang memalsukan kematiannya untuk menghindari kejaran Nazi di masa Perang Dunia II. (www,queerexhibition.org).

14 Jun 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 22 Mar

DI MASA pemerintahan Adolf Hitler, tak hanya orang-orang Yahudi yang menjadi target Nazi, tetapi juga para penyuka sesama jenis. Nazi memandang mereka sebagai orang-orang dekaden yang dapat merusak kehidupan masyarakat ideal yakni kemurnian ras Arya.


Naiknya Hitler ke tampuk kekuasaan diikuti dengan kampanye antihomoseksual. Menteri Dalam Negeri Hermann Goering memberlakukan tiga dekrit untuk memerangi ketidaksenonohan publik. Pertama terkait prostitusi dan penyakit kelamin; kedua menutup bar yang digunakan untuk tujuan tidak senonoh; dan ketiga melarang kios, toko buku, dan perpustakaan menjual maupun meminjamkan buku-buku atau apapun yang, “baik karena mengandung ilustrasi telanjang, atau karena judul atau isinya, dapat menimbulkan efek erotis bagi yang membacanya.” Mereka yang tertangkap akan dikenai denda, atau kehilangan lisensi maupun izin peminjaman.


Penggerebekan sejumlah bar yang menjadi tempat berkumpulnya para penyuka sesama jenis berlangsung secara besar-besaran tahun 1934 setelah kematian Ernst Röhm, mantan stabschef (setara kolonel jenderal) pasukan Sturmabteilung (SA, sayap militer Partai Nazi), yang ramai dilaporkan berbagai media khususnya corong Partai Nazi, sebagai penyuka sesama jenis.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page