- 7 Sep 2025
- 6 menit membaca
Diperbarui: 21 Mar
PADA suatu hari di bulan Juni 1644. Gubernur Jenderal VOC, Antonio van Diemen (menjabat 1636–1645), belum lama menyelesaikan makan malamnya. Seorang halberdier, prajurit penjaga yang membawa tombak, datang menghadapnya untuk membicarakan hal penting. Prajurit muda yang berasal dari Champagne, Prancis itu melaporkan Joost Schouten, anggota Dewan Hindia, yang telah merayunya agar bersedia menjadi pasangannya.
Van Diemen terkejut mendengar laporan itu. Sadar aduan halberdier itu bisa menjadi fitnah karena tidak didukung bukti, terlebih orang yang diadukan adalah pejabat tinggi VOC dan tokoh berpengaruh di Batavia, sang gubernur jenderal menyuruhnya untuk mengatur pertemuan dengan Schouten.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















