top of page

Pekik Merdeka Shamsiah Fakeh (Bagian II)

Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Shamsiah Fakeh sekitar tahun 1960 ketika sudah eksil ke China. (Repro Dari AWAS ke Rejimen Ke-10).

3 Mei
11 menit membaca

DALAM tradisi Melayu dan Minangkabau, silaturahim memiliki posisi penting. Ia adalah upaya mempererat persaudaraan dan kekeluargaan. Maka, silaturahim itulah yang diinginkan Shamsiah Fakeh pasca-diizinkan pulang ke negerinya, Malaysia.


Shamsiah lebih dari empat dekade jadi eksil dengan cap sebagai komunis. Kiprahnya dalam gerakan kemerdekaan mengusik kolonialis dan para pendukungnya. Ketika pemerintah Malaysia telah berbaik hati, Shamsiah dan suaminya dari pernikahan kelima, Ibrahim Mohamad, diperbolehkan pulang pada 22 Juli 1994.


Shamsiah mensyukuri izin itu dengan bersilaturahim ke dua tokoh yang rekannya semasa perjuangannya: Abdul Samad Idris dan Aishah Ghani. Samad merupakan tokoh United Malays National Organisation (UMNO), rival politik Partai Komunis Malaya (PKM) tempat Shamsiah dan Ibrahim jadi kadernya sejak perjuangan kemerdekaan Malaysia dari Inggris. Dalam memoarnya, Dari AWAS ke Rejimen Ke-10, Shamsiah berkisah ia dan suaminya bertamu ke kediaman Samad pada 31 Juli 1994.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page