top of page

S.K. Trimurti Menyalakan Api Kartini

S.K. Trimurti ikut membangun Gerwani, organisasi perempuan paling progresif. Namun, Trimurti mengundurkan diri ketika Gerwani mulai oleng ke kiri dan dia memilih suami daripada organisasi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kongres Nasional ke-3 Gerwani di Solo. (Dok. Keluarga S.K. Trimurti).

7 Des 2025
11 menit membaca

Diperbarui: 11 Mei

BANGUNAN di Jalan Kramat Raya itu tak seberapa besar. Ia terhimpit di antara bangunan lainnya. Pagar besi menjadi pembatas antara jalan dan halaman kecil yang dihiasi tanaman dalam pot. Suasananya cukup tenang, sekalipun terletak tak jauh dari jalan utama yang sibuk. Beberapa perempuan renta, penghuni Panti Jompo Waluya Sejati Abadi, lalu-lalang. Sebagian penghuni panti menyimpan masa lalu yang kelam.


Lestari, berusia 78 tahun, berjalan membungkuk. Pada 1967, dia ditangkap tentara dan ditahan selama sebelas tahun karena keikutsertaannya dalam Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) yang dituding terlibat dalam Gerakan 30 September 1965. Dia masih bersemangat ketika berbicara mengenai Gerakan Wanita Indonesia Sedar (Gerwis) maupun Gerwani, nama yang kemudian dipakai.


Lestari ikut kongres pertama Gerwis di Surabaya pada 1951, kala usianya masih sekira 21 tahun, dan diangkat menjadi ketua Gerwis cabang Bojonegoro, kota kelahirannya. “Salah satu isu yang diperjuangkan adalah pembatasan usia minimal perkawinan. Gerwis juga membuat TK Melati di tiap kecamatan yang berdiri anak cabangnya. Pemilihan simbol melati karena bunga ini harum namun berpenampilan sederhana dan bisa tumbuh di mana saja. Pembangunan TK ini dibiayai oleh kerelaan anggota dan dana sosial masyarakat,” ujarnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page