top of page

Teror Armenia di Paris

Berhasrat membalas dendam dan mewujudkan tuntutan, sekelompok aktivis garis keras Armenia mengebom bandara di Paris.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi suasana Bandara Orly sisi selatan setelah dibom sekelompok militan Armenia pada 1983. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

  • 18 Jul 2021
  • 4 menit membaca

PSIKIATER Dr. Cyrus Irampour asal Prancis tak saling kenal dengan Peter Schultze, pelajar 24 tahun yang berpaspor Amerika Serikat dan Yunani, atau bocah Prancis bernama Francois Luc. Namun, pada 15 Juli 1983, ketiganya sama-sama berada di dekat konter check-in maskapai Turkish Airlines di Bandara Orly, Paris. Meski beda nasib, ketiganya sama-sama menjadi korban dari sebuah serangan teror.


Pengeboman Bandara Orly, demikian nama serangan teror itu, dilakukan kelompok militan Armenia bernama Armenian Secret Army for the Liberation of Armenia (ASALA). Kelompok militan beraliran kiri yang dipimpin Hagop Hagopian itu memperjuangkan kemerdekaan Anatolia Timur (Armenia Barat dari kacamata orang Armenia) dari Turki sekaligus menuntut pengakuan resmi Turki atas pembantaian sekira 1,5 juta orang Armenia pada 1915.


“Kami datang dari aliran dan lingkaran Armenia yang berbeda-beda, dan bersatu di ASALA, mengesampingkan semua konflik antar-komunal untuk mencapai tujuan utama, membebaskan Armenia Barat [Turki] dan menggabungkannya dengan Soviet Armenia yang merdeka sekarang, membentuk Armenia yang integral dan revolusioner,” demikian kata organisasi tersebut, dikutip Michael M. Gunter dalam Armenian History and the Question of Genocide.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo lahir di Karawang dari keturunan bangsawan Aceh dan Jawa. Anak kesayangan mantri polisi ini pindah ke Batavia untuk melanjutkan pendidikan di sekolah Belanda.
bg-gray.jpg
Para pengikut Tan Malaka dihadapkan ke pengadilan. Mereka didakwa melakukan penculikan Sutan Sjahrir dan berupaya menggulingkan pemerintahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah was born into a prominent noble family. Yet, she chose the path of struggle.
bg-gray.jpg
Jalan panjang Maria Ullfah memperjuangkan keadilan bagi perempuan. Terhenti di zaman Jepang.
Aktor watak yang jadi langganan nominasi Piala Oscar. Karier De Niro yang tak terbelenggu batas-batas genre merentang lebih dari setengah abad.
Aktor watak yang jadi langganan nominasi Piala Oscar. Karier De Niro yang tak terbelenggu batas-batas genre merentang lebih dari setengah abad.
Ketika harga cabai melambung tinggi melebihi UMR harian masyarakat. Bagaimana solusi dari menteri tenaga kerja?
Ketika harga cabai melambung tinggi melebihi UMR harian masyarakat. Bagaimana solusi dari menteri tenaga kerja?
Nyaris semua mata tertuju pada Manuel Neuer. Dikambinghitamkan laiknya Rene Higuita 28 tahun lalu.
Nyaris semua mata tertuju pada Manuel Neuer. Dikambinghitamkan laiknya Rene Higuita 28 tahun lalu.
Ini tentang protes dengan cara tapa, pemberontakan budak yang berhasil, pemberontakan Kapal Tujuh, serta awal mula kamp konsentrasi dan penjara.
Ini tentang protes dengan cara tapa, pemberontakan budak yang berhasil, pemberontakan Kapal Tujuh, serta awal mula kamp konsentrasi dan penjara.
Saat polisi tak sanggup meredam kerusuhan, tentara pun dikerahkan, maka lahirlah tragedi berdarah di Tanjung Priok.  Cerita kelam aparat keamanan  di era rezim Soeharto.
Saat polisi tak sanggup meredam kerusuhan, tentara pun dikerahkan, maka lahirlah tragedi berdarah di Tanjung Priok. Cerita kelam aparat keamanan di era rezim Soeharto.
Laporannya soal situasi Indonesia pascapenyerahan Jepang bukan hanya sampai ke Washington tapi juga ke Moskow.
Laporannya soal situasi Indonesia pascapenyerahan Jepang bukan hanya sampai ke Washington tapi juga ke Moskow.
transparant.png
bottom of page