top of page

Komunitas Armenia Minoritas yang Punah

Sebuah komunitas kecil tapi kuat pernah mewarnai sejarah Indonesia. Jejak komunitas Armenia seolah terkubur.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Keluarga Armenia ditandu menuju Tosari, Batavia. (Tropenmuseum).

12 Jan 2025
13 menit membaca

Diperbarui: 24 Apr

PADA 5 Mei 1852, sebuah rapat umum dihelat di Batavia. Tujuannya membentuk lembaga amal demi membantu para janda miskin, anak yatim-piatu, dan rekan mereka yang melarat di Jawa. Dalam pertemuan itu, “Haikian Miabanuthiun” atau Komunitas Armenia terbentuk.


Enam bulan kemudian, dalam sebuah pertemuan, mereka memutuskan membangun sebuah gereja baru di lokasi yang sama dengan kapel kayu tua Gang Scott –kini Jalan Budi Kemuliaan No. 1, Jakarta. Pembangunan selesai dua tahun kemudian dan dinamai Gereja St. John. Menyusul kemudian dibangun sekolah dan lembaga-lembaga yang mendukung aktivitas mereka.


Keberadaan gereja mengukuhkan eksistensi komunitas Armenia di Hindia Belanda (Indonesia). Namun, jejak komunitas ini nyaris terkubur karena minimnya catatan yang mereka tinggalkan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Beberapa negara Eropa Timur ingin menyamakan tragedi Holocaust dengan kejahatan komunis Soviet.
Beberapa negara Eropa Timur ingin menyamakan tragedi Holocaust dengan kejahatan komunis Soviet.
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
transparant.png
bottom of page