- 10 Jun
- 3 menit membaca
Diperbarui: 11 Jun
NAMA Asrul Sani turut mewarnai sejarah kebudayaan Indonesia modern. Sebagai seniman, karya-karyanya sohor dalam berbagai puisi, cerpen, drama, dan film. Meski telah wafat pada 11 Januari 2004 silam, namanya dikenang sebagai salah satu seniman terbesar Indonesia.
“Asrul Sani sosok yang tidak hanya menghasilkan karya-karya tetapi juga membentuk arah perkembangan kebudayaan nasional. Sebagai penyair Angkatan ‘45, dia turut menghadirkan semangat kemerdekaan dan kemanusiaan dalam sastra Indonesia. Sebagai penulis skenario dan sutradara, karya-karyanya menjadi tonggak penting dalam sejarah perfilman nasional,” kata Sekjen Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta dalam pembukaan pameran “Jejak Langkah Kreatif Asrul Sani” di Perpustakaan Nasional, Jakarta, 9 Juni 2026.
Asrul Sani lahir di Rao, Pasaman, Sumatra Barat, pada 10 Juni 1925. Bungsu dari tiga bersaudara ini berayah-ibu Sultan Marah Sani Syair Alamsyah dan Nuraini Nasution. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Bukittinggi, Asrul melanjutkan pendidikan ke Jakarta. Setamatnya dari sekolah Taman Siswa, dia melanjutkan pendidikan ke Sekolah Kedokteran Hewan Bogor. Tapi, ketertarikannya pada sastra dan suasana perjuangan kemerdekaan saat itu menyebabkan kuliah kedokteran hewannya mangkrak.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















