SEBELUM menjadi organisasi terlarang, Partai Komunis Indonesia (PKI) pernah menjadi salah satu kekuatan politik terbesar yang memperolah jutaan suara dalam Pemilu pertama tahun 1955. Pencapaian ini terjadi ketika Indonesia tengah membangun dengan persolaan kemiskinan struktural serta kesejahteraan buruh dan petani yang belum teratasi.
Di tengah kondisi sosial tersebut, PKI mampu menjangkau masyarakat luas, termasuk kelompok yang memiliki keterbatasan dalam membaca dan mengakses pendidikan. Perolehan suara PKI dalam Pemilu 1955 menggambarkan keberhasilan membangun basis politik di tengah masyarakat. Bahkan, dalam pemilihan daerah tahun 1957, PKI kembali menunjukkan kekuatan politiknya.
Saat itu, Presiden Sukarno mengusung gagasan “politik adalah panglima”. Politik tidak semata-mata perebutan kekuasaan, tetapi jalan untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Salah satunya adalah persoalan buta huruf.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















