top of page

Santun

Beda zaman, beda lagi jiwanya. Begitu pula dengan kesantunan dalam berpolitik.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Adhitya Maheswara/Historia.ID

6 Mei 2013
2 menit membaca

Diperbarui: 25 Jul 2025

RADEN Salamoen, kepala Reserse Dinas Pengawasan Politik (PID), melaporkan aktivitas SK Mochamad sebagai “seorang ekstrimis”. Dalam laporan bertanggal 3 September 1937 itu Mochamad disebut sebagai tersangka utama yang menulis kata tak senonoh di tembok gedung Pengadilan Negeri Yogyakarta. “Pemerintah poekimak!”, “Poeki Wilhelmina!”, “Perdjoangan rakjat marhaen”, “Tidak oesah takoet menentang kekoeasaan”, “Pembrontakan kita kehendaki”, dan seterusnya.


Agen PID berhasil menangkap Mochamad yang belakangan juga diketahui bertanggungjawab menulis kalimat kebencian kepada pemerintah kolonial di dinding gang Kampung Notoyudan. Dia dibui, dikenai pasal penyebaran kebencian (haatzai artikelen). Berpolitik pada zaman itu, apapun bentuknya, terutama melawan pemerintah, berisiko mengalami “3B”: Bui, Buang, dan Bunuh.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah was accused of being pro-American for allowing a Hollywood movie to be screened.
bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
Rendah hati di luar namun keras di dalam lapangan. Dikenang sebagai sosok yang menari kegirangan dengan trofi Piala Dunia dan gigi palsu di Wembley.
Rendah hati di luar namun keras di dalam lapangan. Dikenang sebagai sosok yang menari kegirangan dengan trofi Piala Dunia dan gigi palsu di Wembley.
Remaja ideal berubah dari masa ke masa sebagaimana digambarkan oleh empat film berbeda.
Remaja ideal berubah dari masa ke masa sebagaimana digambarkan oleh empat film berbeda.
Pemerintah menetapkan denda bagi para pelanggar PSBB. Di era kolonial denda juga diberlakukan kala masa karantina kesehatan.
Pemerintah menetapkan denda bagi para pelanggar PSBB. Di era kolonial denda juga diberlakukan kala masa karantina kesehatan.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Beda zaman, beda lagi jiwanya. Begitu pula dengan kesantunan dalam berpolitik.
Beda zaman, beda lagi jiwanya. Begitu pula dengan kesantunan dalam berpolitik.
Usaha memutihkan kulit sudah dilakukan sejak lama. Ada risiko kesehatan yang mengintai.
Usaha memutihkan kulit sudah dilakukan sejak lama. Ada risiko kesehatan yang mengintai.
transparant.png
bottom of page