top of page

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi perlawanan rakyat oleh massa PKI. Di Cirebon, perlawanan pernah digalang lurah indo.

8 Jan
3 menit membaca

Diperbarui: 18 Mar

KABAR beredar di sekitar Desa Timbang dan Sajana, Kabupaten Cirebon, seorang Indo-Belanda, Frans Emile Groeneveld, diangkat menjadi kuwu (kepala desa). Bukan hanya tak lazim --kepala desa adalah jabatan untuk orang yang disebut Indonesia asli atau pribumi, pengangkatan itu juga membuat geger.


Kuwu Groeneveld sebelumnya pernah magang sebagai teknisi laboratorium di pabrik gula Panggoengredjo dan kemudian bekerja di perkebunan Karet Limburg Estate. Dia sempat menjadi pengelola toko tembakau di Jamblang sebelum menjadi petani kecil dan kuwu pada Senin (14 November 1932) sore mengerahkan ratusan massa di Desa Timbang.


De Indische Courant tanggal 21 November 1932 menyebut orang yang dikumpulkan itu jumlahnya sekitar 500 hingga 600 orang. Mereka, kata De Locomotief edisi 17 November 1932, diajak Kuwu Groeneveld untuk tidak perlu membayar obat pengendalian hama.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page