top of page

Bung Karno Berhadapan dengan Bos Preman Medan

Huru-hura penumpasan PKI menjalar ke Sumatra Utara. Presiden Sukarno sampai memarahi pimpinan pemuda yang menggerakan massa ke Konsulat Republik Rakyat Cina di Medan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Effendi Nasution alias Pendi Keling berorasi dalam rapat akbar menjelang aksi unjuk rasa ke konsulat RRC di Medan, 10 Desember 1965. (Repro biografi Effendi Nasution, The Lion of North Sumatra).

9 Jan
4 menit membaca

Diperbarui: 18 Mar

SUMATRA UTARA menjadi daerah rawan kekerasan setelah peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965. Di Kota Medan, kesatuan aksi massa antikomunis (KAP-Gestapu) bergerak secara masif memburu anggota dan simpatisan PKI. Pemuda Pancasila termasuk organisasi yang paling gencar menumpas PKI di bawah komando Angkatan Darat. 


Sejak KAP-Gestapu di Medan terbentuk pada 7 Oktober 1965, Pemuda Pancasila tak pernah absen dalam operasi menghancurkan basis-basis PKI maupun yang terafiliasi dengan PKI. Mulai dari penyerbuan ke kantor Sarbupri (Serikat Buruh Perkebunan Republik Indonesia), gedung SOBSI (Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), hingga pengambilalihan Gedung BAPERKI. Aksi-aksi itu kerap berujung pada penganiayaan dan pembunuhan terhadap pimpinan PKI setempat. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
transparant.png
bottom of page