top of page

Pusat Listrik Negara di Medan Merdeka

Menikmati secangkir kopi di sebuah kedai yang dulunya berperan dalam penerangan kota. Bangunan ini menjadi perusahaan pemasok listrik sejak masa kolonial.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Stroom Coffe (Laila Amalia Khaerani/Historia.ID)

13 Feb
5 menit membaca

Diperbarui: 14 Mei

BUKA setiap hari dengan menyajikan beragam minuman dan makanan masa kini, Stroom Coffee menyimpan sejarah proses penerangan jalan di Batavia. Stroom yang berarti arus atau setrum listrik, dulu berfungsi sebagai bangunan Nederlandsch-Indische Electriciteit Maatschappij (NIEM) atau Perusahaan Pusat Listrik Negara. 


Keberadaan bangunan ini tidak dapat dilepaskan dari kawasan Medan Merdeka yang sejak lama merekam dan menampilkan potret visual perjalanan sejarah. Meski tak banyak yang masih eksis hingga hari ini, setiap bangunan yang tersisa tetap menyimpan cerita dari masa kolonial hingga masa kini. Jalan ini dianggap penting karena di sekitarnya berdiri banyak bangunan cagar budaya khususnya era kolonial Belanda. 


“Hawa segar Medan Merdeka di pagi buta maupun petang hari menarik banyak pengunjung. Beberapa keluarga berjalan-jalan, pasangan muda asik mengobrol; dan ada yang berolahraga: lari, lompat, senam, bermain bola, saling berkejaran dengan sepeda atau sepatu roda,” catat Adolf Heuken SJ dalam Medan Merdeka-Jantung Ibukota RI.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page