- 13 Feb
- 4 menit membaca
Diperbarui: 5 hari yang lalu
KURT Cobain bukan hanya rockstar. Pentolan band grunge Nirvana itu sudah jadi ikon Generasi X (Gen X). Walau kehidupannya ironis di mana dirinya mati muda pada 5 April 1994, Cobain bersama Nirvana turut memengaruhi para musisi alternative rock sekaligus memperluas cakrawala musik rock mainstream hingga jadi salah satu yang paling dikenang pemuda-pemuda yang tumbuh pada 1990-an.
Jalan hidup Cobain memang penuh ironi. Suami musisi Courtney Love itu sudah lama bersentuhan dengan narkoba. Pada September 1991, tak lama setelah Nirvana mengeluarkan album keduanya yang meledak di pasaran, Nevermind, Cobain makin kecanduan heroin. Cobain mengaku menjadikan penggunaan heroin sebagai kebiasaan untuk “mengobati” perutnya yang sakit secara mandiri.
“Itu memang pilihan saya. Inilah yang yang menyelamatkan saya dari kepala saya yang mau meledak. Saya harus melakukan sesuatu untuk menghentikan rasa sakit ini. Mulanya saya mencoba heroin selama tiga hari berturut-turut dan saya tak lagi merasakan nyeri pada perut saya,” kata Cobain, dikutip jurnalis musik Michael Azerrad dalam biografi Come As You Are: The Story of Nirvana.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















