top of page

Tangan Dingin Eddie van Halen di Balik Hit Michael Jackson

Keterlibatan Eddie van Halen di lagu “Beat It” tak sekadar menambah cabikan solo gitar tapi juga membuatnya lebih gacor.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Edward 'Eddie' Lodewijk Van Halen (kiri) & Michael Joseph Jackson dalam live performance lagu "Beat It" pada tur 1984 (michaeljackson.com)

8 Mei 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 28 Mei

SEJAK lepas dari grup band yang berisi para saudaranya, The Jackson 5, Michael Jackson mulai bersinar sebagai solois. Dari sekian karyanya, tembang “Beat It” yang rilis pada 1983 tak hanya melejitkan album keenamnya, Thriller, tapi juga jadi album paling laris hingga membuatnya mulai jadi ikon pop culture dunia.


Lagu “Beat It” yang diciptakan sang “Raja Pop” pada 1982 dan di-launching di bawah label Epic pada Hari Valentine 1983 itu punya komposisi musik yang unik –hasil aransemen gitaris rocker Eddie Van Halen– sekaligus punya makna tersendiri bagi Jackson. Di balik lirik dan beat hard rocknya, Jackson menyisipkan pesan untuk generasi muda di manapun yang rentan dengan kehidupan jalanan.


“Saya memang ingin menulis lagu, sejenis lagu yang akan saya beli jika saya ingin membeli sebuah lagu rock. Itu pendekatan saya dan saya ingin ingin anak-anak bisa menikmatinya, anak-anak sekolah hingga mahasiswa,” kata Jackson dikutip Majalah Ebony edisi Mei 1984.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page