top of page

Tangan Dingin Eddie Van Halen di Balik Hit Michael Jackson

Keterlibatan Eddie Van Halen di lagu “Beat It” tak sekadar menambah cabikan solo gitar tapi juga membuatnya lebih gacor.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 8 Mei 2024
  • 3 menit membaca

SEJAK lepas dari grup band yang berisi para saudaranya, The Jackson 5, Michael Jackson mulai bersinar sebagai solois. Dari sekian karyanya, tembang “Beat It” yang rilis pada 1983 tak hanya melejitkan album keenamnya, Thriller, tapi juga jadi album paling laris hingga membuatnya mulai jadi ikon pop culture dunia.


Lagu “Beat It” yang diciptakan sang “Raja Pop” pada 1982 dan di-launching di bawah label Epic pada Hari Valentine 1983 itu punya komposisi musik yang unik –hasil aransemen gitaris rocker Eddie Van Halen– sekaligus punya makna tersendiri bagi Jackson. Di balik lirik dan beat hard rocknya, Jackson menyisipkan pesan untuk generasi muda di manapun yang rentan dengan kehidupan jalanan.


“Saya memang ingin menulis lagu, sejenis lagu yang akan saya beli jika saya ingin membeli sebuah lagu rock. Itu pendekatan saya dan saya ingin ingin anak-anak bisa menikmatinya, anak-anak sekolah hingga mahasiswa,” kata Jackson dikutip Majalah Ebony edisi Mei 1984.


Terkait proses produksinya, ada campur tangan produser Quincy Jones dalam menggaet keikutsertaan Eddie Van Halen tanpa bayaran sepeser pun selain sekadar imbalan berupa satu kerat bir. Sebelumnya iringan gitar dalam lagu itu sudah diisi gitars Toto Steve Lukather. Akan tetapi Jones menginginkan tambahan solo gitar dari Eddie Van Halen untuk memperkaya lagunya.



Segalanya bermula dari sambungan telepon Jones kepada Eddie. Awalnya Eddie mengira itu prank. Gegaranya saat itu jaringan teleponnya sedang buruk sampai Jones harus tiga kali melakukan panggilan telepon.


Menurut Michael Christopher dalam Van Halen: The Eruption and the Aftershock, jaringan yang buruk membuat Eddie menduga itu telepon iseng seorang penggemar yang entah dari mana mendapatkan nomornya. Eddie pun menutupnya. Pada panggilan telepon kedua, Eddie memaki sang penelepon berengsek. Baru pada ketiga kalinya bisa diklarifikasi oleh Jones dan meminta Eddie untuk menambah solo (gitar) untuk salah satu lagu Jackson.


Eddie sempat ragu. Terlebih jika setuju, itu artinya ia akan melanggar aturan bandnya untuk terlibat dalam rekaman musisi lain. Namun ia juga penasaran hingga akhirnya mau bertemu Jones dan Jackson untuk lebih dulu mendengarkan rekaman awal “Beat It”.


“Saya pikir mereka (para anggota band Van Halen) takkan tahu. Lagi pula siapa yang akan tahu bahwa saya terlibat dalam rekaman musisi kulit hitam?” kenang Eddie pada 1993 dikutip Christopher.


Produser Quincy Delight Jones Jr. (kanan) bersama Michael Jackson dalam Grammy Awards 1984 (grammy.com)
Produser Quincy Delight Jones Jr. (kanan) bersama Michael Jackson dalam Grammy Awards 1984 (grammy.com)

Setelah Jackson pamit sejenak untuk agenda lainnya, Eddie memperdalam rasa penasarannya. Jones mempersilakan Eddie untuk berkreasi sebebas-bebasnya.


“Saya mendengarkan lagu itu dan langsung mengatakan (pada Jones), apa boleh saya mengubah beberapa bagian? Lalu saya membicarakannya dengan penata musik dan mengatakan padanya, ‘OK, dari breakdown, potong bagian ini, lanjut ke bagian ini, pra-chorus, menuju chorus.’ Mungkin butuh 10 menit bagi penata musik mengubahnya. Selebihnya saya melakukan improvisasi dua solo,” tutur Eddie dalam kesempatan lain kala diwawancara CNN, 30 November 2012.


Begitulah kemudian Eddie mengaransemen ulang lagu “Beat It”. Termasuk juga beberapa chord dalam lagu agar solo gitarnya bisa dimainkan di kunci E.


“Saya baru selesai merekam improvisasi solo gitar kedua saat Michael kembali. Saya tidak tahu bagaimana dia akan bereaksi jadi saya memperingatkannya sebelum ia mendengarkannya. Saya bilang, ‘dengar, saya mengubah seksi tengah lagu Anda’,” tambahnya.



Situasi canggung sempat menaungi kedua musisi itu saat Jackson mendengarkan versi aransemen ulang sebagian lagunya. Eddie sendiri mengaku gugup dan khawatir para pengawal Jackson akan represif jika dianggap merusak lagunya.


“Setelah (Jackson) mendengarkan, ia pun bicara pada saya, ‘Wow, terima kasih banyak atas gairah Anda yang tak hanya sekadar menambah solo tapi juga benar-benar peduli pada lagunya dan membuatnya jadi lebih baik,’” papar Eddie.


Kala “Beat It” dirilis, tentu para anggota band Van Halen tak simpatik setelah mengetahui Eddie melanggar aturan band. Eddie mengenang, “menurut segenap band, manajer kami, dan orang lain, saya benar-benar bodoh. Saya melakukannya sebagai bantuan. Saya sadar apa yang saya lakukan. Saya tidak akan melakukannya kecuali saya menginginkannya.”


Terlepas dari itu, “sentuhan” Eddie, “Beat It” segera meroket ke puncak Billboard Amerika hingga sejumlah tangga lagu di Eropa –yakni Spanyol, Belgia, dan Belanda– sebagai hit nomor wahid. “Beat It” kemudian membuat Jackson menerima Grammy Awards 1984 untuk kategori rekaman terbaik dan penampilan vokal rock pria terbaik.






Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Banyumas is one of Central Java’s rice-producing regions. However, floods and malaria caused famine in the area. This issue caught the attention of a member of the House of Representatives.
bg-gray.jpg
Percobaan bom nuklir-hidrogen oleh Amerika Serikat di Kepualaun Eniwetok di Pasifik merisaukan seorang anggota DPR. Mendorong pemerintah galang sikap penolakan di pentas internasional.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
Lomba asah-otak layaknya cerdas cermat mulanya untuk para serdadu Perang Dunia II. Radio hingga televisi lantas mengadaptasinya untuk pelajar.
Lomba asah-otak layaknya cerdas cermat mulanya untuk para serdadu Perang Dunia II. Radio hingga televisi lantas mengadaptasinya untuk pelajar.
Pernah mendirikan band The Steps yang sohor di akhir 1960-an, Tinton Soeprapto justru meninggalkan dunia musik dan kembali ke dunia otomotif.
Pernah mendirikan band The Steps yang sohor di akhir 1960-an, Tinton Soeprapto justru meninggalkan dunia musik dan kembali ke dunia otomotif.
Peristiwa ini berawal dari ketegangan yang dipicu oleh kecemburuan sosial dan tekanan ekonomi. Aksi kekerasan, penjarahan, dan pembakaran meninggalkan luka sosial yang mendalam.
Peristiwa ini berawal dari ketegangan yang dipicu oleh kecemburuan sosial dan tekanan ekonomi. Aksi kekerasan, penjarahan, dan pembakaran meninggalkan luka sosial yang mendalam.
Horison lahir dari stabilitas politik rezim Orde Baru. Majalah sastra berpengaruh ini bertahan selama enam dekade.
Horison lahir dari stabilitas politik rezim Orde Baru. Majalah sastra berpengaruh ini bertahan selama enam dekade.
Dari tuntutan jam kerja hingga perlindungan pekerja. Perjuangan buruh mengalami perubahan, namun tujuannya tetap satu: keadilan.
Dari tuntutan jam kerja hingga perlindungan pekerja. Perjuangan buruh mengalami perubahan, namun tujuannya tetap satu: keadilan.
Berawal dari ahli psikologi ingin mengamati kehidupan narapidana di penjara. Eksperimen ini menjadi eksperimen paling terkenal dan kontroversial.
Berawal dari ahli psikologi ingin mengamati kehidupan narapidana di penjara. Eksperimen ini menjadi eksperimen paling terkenal dan kontroversial.
transparant.png
bottom of page