- 2 Agu 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 4 Apr
PESTA olahraga Olimpiade 2024 di Paris menuai kontroversi sekaligus kecaman. Dalam upacara pembukaan, panitia menampilkan parodi menyerupai Perjamuan Terakhir Yesus Kristus yang dilakonkan oleh sekelompok transgender. Panitia berdalih bahwa parodinya memuat pesan keberagaman. Alih-alih pujian, pertunjukan itu dibanjiri kritik karena dianggap menghina bagi kalangan umat Kristen dan Katolik.
Adegan Perjamuan Terakhir diadaptasi dari lukisan mural karya seniman Italia Leonardo da Vinci yang berjudul Il Cenacolo (The Last Supper) pada akhir abad ke-15. Lukisan ini menggambarkan kebersamaan Yesus dengan kedua belas muridnya dalam suatu acara perjamuan makan roti dan minum anggur, sehari sebelum penyaliban.
Dalam lukisannya, da Vinci menempatkan Yesus di tengah-tengah para murid. Enam murid di sebelah kanan dari yang paling dekat dengan Yesus adalah: Yohanes, Simon Petrus, Yudas Iskariot, Andreas, Yakobus putra Alfeus, dan Bartolomeus. Enam murid lainnya di sebelah kiri Yesus berturut-turut: Tomas, Yakobus putra Zebedeus, Filipus, Matius si pemungut cukai, Tadeus, dan Simon orang Zelot.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















