- 13 Mei 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 4 Apr
SETELAH bangkit dari kematian, Yesus beberapa kali memperlihatkan diri kepada murid-muridnya. Bukan dalam wujud roh, Yesus hadir dalam rupa manusia. Tampak tangan dan kakinya yang bolong bekas tancapan paku saat penyaliban. Kepada Tomas, salah satu muridnya yang ragu, Yesus bahkan memperlihatkan bekas luka di perutnya akibat tikaman tombak tentara Romawi. Hingga tibalah di Bukit Zaitun, Yesus menuntun kesebelas muridnya untuk kali yang terakhir.
“Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia terpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat sukacita,” demikian tercatat dalam Injil Lukas 24:50–52.
Kenaikan Yesus terjadi pada hari ke-40 setelah kebangkitannya. Peristiwa ini diperkirakan berlangsung pada tahun 30 M. Dari empat penulis kitab Injil (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes), Lukas paling gamblang dalam mencatat peristiwa kenaikan Yesus ke surga. Selain kitab Lukas, Lukas juga mencatat peristiwa itu dalam kitab Kisah Para Rasul.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















