top of page

Eksperimen Penjara Berujung Malapetaka (Bagian I)

Berawal dari ahli psikologi ingin mengamati kehidupan narapidana di penjara. Eksperimen ini menjadi eksperimen paling terkenal dan kontroversial.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mahasiswa yang menjadi subjek eksperimen penjara Stanford dan berperan sebagai narapidana ditutup matanya saat akan dibawa ke suatu tempat. (Wikimedia Commons).

11 Mei
4 menit membaca

SIRINE mobil patroli kepolisian Palo Alto meraung ketika memasuki permukiman di kawasan California, Amerika Serikat, pada Agustus 1971. Sejumlah polisi masuk ke salah satu rumah untuk menangkap seorang pemuda yang dituding terlibat kasus perampokan bersenjata. Kejadian ini sangat mengejutkan, tidak hanya bagi warga, tetapi juga keluarga pemuda yang dikenal sebagai mahasiswa sebuah universitas itu.


Pemuda itu tak mengira setelah mendaftarkan diri sebagai subjek penelitian ahli psikologi di Universitas Stanford, akan dimulai dengan proses penangkapan oleh petugas kepolisian. Kejadian ini belum seberapa buruk dibandingkan dengan yang akan dihadapinya ketika eksperimen di penjara.


Apa yang terjadi pada pemuda itu juga dialami oleh sepuluh mahasiswa lain yang menjadi subjek penelitian psikolog Amerika Serikat, Philip G. Zimbardo, yang ingin meneliti dampak psikologis terhadap manusia di dalam penjara. Penelitian “Stanford Prison Experiment” itu merupakan salah satu eksperimen paling terkenal dan kontroversial pada 1970-an.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
transparant.png
bottom of page