- 11 Mei
- 4 menit membaca
SIRINE mobil patroli kepolisian Palo Alto meraung ketika memasuki permukiman di kawasan California, Amerika Serikat, pada Agustus 1971. Sejumlah polisi masuk ke salah satu rumah untuk menangkap seorang pemuda yang dituding terlibat kasus perampokan bersenjata. Kejadian ini sangat mengejutkan, tidak hanya bagi warga, tetapi juga keluarga pemuda yang dikenal sebagai mahasiswa sebuah universitas itu.
Pemuda itu tak mengira setelah mendaftarkan diri sebagai subjek penelitian ahli psikologi di Universitas Stanford, akan dimulai dengan proses penangkapan oleh petugas kepolisian. Kejadian ini belum seberapa buruk dibandingkan dengan yang akan dihadapinya ketika eksperimen di penjara.
Apa yang terjadi pada pemuda itu juga dialami oleh sepuluh mahasiswa lain yang menjadi subjek penelitian psikolog Amerika Serikat, Philip G. Zimbardo, yang ingin meneliti dampak psikologis terhadap manusia di dalam penjara. Penelitian “Stanford Prison Experiment” itu merupakan salah satu eksperimen paling terkenal dan kontroversial pada 1970-an.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















