top of page

Ilmuwan Rusia Bereksperimen dengan Manusia dan Kera

Ahli biologi Rusia melakukan eksperiman-eksperimen aneh termasuk berupaya membiakkan hibrida manusia dan kera. Sehingga, bapak inseminasi buatan ini dijuluki Red Frankenstein.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilya Ivanov, ahli biologi Rusia yang dijuluki bapak inseminasi buatan. (Wikimedia Commons).

28 Agu 2025
5 menit membaca

Diperbarui: 25 Des 2025

SEBUAH berita yang dipublikasikan surat kabar The New York Times pada 19 Juni 1926 menarik perhatian penduduk Amerika Serikat. Artikel berjudul bombastis, “Russian Admits Ape Experiment” itu melaporkan, seorang ilmuwan Rusia terkemuka akan melakukan eksperimen di Afrika yang melibatkan manusia dan kera.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
transparant.png
bottom of page