top of page

Senjakala Telenovela

Meski menuai pro-kontra, telenovela tetap menguasai tayangan televisi Indonesia. Kejayaan opera sabun Amerika Latin ini berakhir karena penonton jenuh dan beralih ke drama Mandarin dan Korea.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi senjakala telenovela. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

  • 15 Mar
  • 8 menit membaca

SEBAGAI stasiun televisi swasta penyedia tayangan telenovela, SCTV kerap diplesetkan menjadi “Saluran Cerita TelenoVela”. Sepanjang dekade 1990-an, sejumlah serial telenovela unggulan ditayangkan SCTV dan memperoleh rating tinggi. Sebut saja Kassandra (1992), Maria Mercedes (1993), Morena Clara (1994), Maria de lal Bario (1995), hingga Esmeralda (1997). 

 

Pada 2000, SCTV untuk kali kedua menayangkan Esmeralda. Penayangan ulang serial telenovela asal Meksiko (Televisa) ini karena minat penonton yang tinggi. Esmeralda (diperankan Leticia Calderon) berkisah tentang gadis buta yang tertukar sejak bayi, cintanya terhalang status sosial, serta perjuangannya mendapatkan penglihatan dan pengakuan cinta.  

 

Penayangan perdana Esmeralda menggunakan sulih suara berbahasa Inggris. Sementara penayangan ulang menggunakan bahasa Indonesia. Namun, penayangan kedua tak berjalan mulus lantaran menuai protes. “Tayangan telenovela Esmeralda dihentikan karena adanya protes dari Front Pembela Islam (FPI),” lansir Bali Post, 1 Juli 2000. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page