top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Cerita Para Bintang Telenovela di Indonesia

Beberapa artis pemeran utama telenovela pernah berkunjung ke Indonesia. Disambut ribuan penggemarnya dan jadi kenangan tak terlupakan.

18 Feb 2026

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Gabriela Spanic berkunjung ke Indonesia pada 1999. (Tabloid Bintang).

  • 6 jam yang lalu
  • 10 menit membaca

ANDITYA Restu Aji masih ingat kejadian seperempat abad silam. Siang itu, sang ibu menjemputnya sepulang sekolah di SD Marsudarini, Yogyakarta. Rencana pulang ke rumah mendadak berubah setelah salah satu orang tua murid, teman Anditya, mengajak ibunya ke alun-alun.


“Mbak, ayo ke depan Kantor Pos dan BNI (Titik 0 KM Jogja). Paulina sedang diarak menuju Alun-Alun Lor (Alun-Alun Utara)!” ajaknya kepada ibu Anditya penuh antusias seperti dikisahkan ulang Anditya (35) kepada Historia.ID.


Masyarakat Yogyakarta berduyun-duyun datang ke alun-alun pada hari itu. Mereka ingin menyaksikan Gabriela “Gaby” Spanic. Nama Gaby melejit di tengah publik Indonesia setelah sukses membintangi telenovela Meksiko La Usurpadora (Cinta Paulina) yang tayang di TPI pada 1999. Gaby Spanic, seperti diberitakan Bali Post, 2 April 2000, menggelar jumpa penggemar dan pawai keliling kota Yogyakarta pada 2 dan 3 April 2000, bertepatan dengan hari Minggu dan Senin. Kunjungannya pada hari kedua membludak karena anak-anak sekolah turut menyambutnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Cerita Para Bintang Telenovela di Indonesia

Cerita Para Bintang Telenovela di Indonesia

Beberapa artis pemeran utama telenovela pernah berkunjung ke Indonesia. Disambut ribuan penggemarnya dan jadi kenangan tak terlupakan.
Tukang Jam Saleh di Surabaya

Tukang Jam Saleh di Surabaya

Tukang servis arloji yang berperan dalam Kristenisasi di Surabaya. Ingin orang Kristen Jawa seperti Belanda.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
Kekerasan Terhadap Etnis Tionghoa

Kekerasan Terhadap Etnis Tionghoa

Data jumlah korban kekerasan terhadap etnis Tionghoa di Indonesia 1740–1998.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
bottom of page