- 16 Feb
- 3 menit membaca
Diperbarui: 14 Mei
PERMUSUHAN antara Gowa dengan Bone sudah ada ketika Gowa dipimpin oleh Karaeng Tunipalangga dan Karaeng Tunibatta. Kedua raja Gowa itu bersaudara. Beberapa kali Tunipalangga menyerang Bone dan berkali-kali itu pula Bone gagal dihancurkan.
Setelah gagal berperang di Bone, Tunipalangga pulang dan meninggal dunia. Saudaranya, Karaeng Tunibatta, lalu menggantikannya sebagai raja. Tunibatta, raja Gowa ke-11, namun hanya sekitar 40 hari berkuasa karena gugur dalam perang di Gowa.
Kajao Laliddong, penasehat dari Raja Bone La Tenrirawe Bongkannge, menyarankan agar jenazah Raja Tunibatta dikembalikan ke ibukota Gowa dengan upacara penuh kebesaran. Raja Bone pun berkenan melaksanakan nasihat mulia itu. Maka diutusnya pembesar Bone macam Arung Teko, Arung Berru, Arung Lamoncong, dan Arung Sanrego untuk mengantar jenazah Karaeng Tunibatta ke Gowa.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















