- 14 Feb
- 3 menit membaca
Diperbarui: 5 hari yang lalu
ULOS tak hanya monopoli budaya Batak Toba di Tapanuli Utara. Saudaranya di sebelah selatan, juga punya kain tenun serupa yang punya ciri khas. Abit, demikian masyarakat Batak di Tapanuli Selatan menyebut wastranya. Salah satu abit yang paling ikonik adalah abit godang yang disebut juga Sadum Angkola.
“Jadi, abit godang atau Sadum Angkola itu kita mau highlight karena orang sering melihat Sadum Angkola tapi mereka nggak tahu itu dari Batak Angkola. Jadi, orang kalau misalnya tahu ulos, dia sebenarnya identiknya melihat Sadum Angkola ini,” kata Kerri Na Basaria Panjaitan kepada Historia.ID, di sela-sela pertunjukan busana bertajuk “RAYA” di Tobatenun Studio & Gallery, Jakarta, (11/2).
Dalam pertunjukan itu, keindahan abit godang ditampilkan dari beberapa karya desainer. Masyarakat Tapanuli Selatan sendiri mayoritas beragama Islam dengan subetnis Batak Angkola dan Batak Mandailing. Oleh karena itu, pertunjukan wastra ini, sambung Kerri, dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan dan ibadah puasa.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















