top of page

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Marka jalan "Rue du Mahomet" di Buzancy, Ardennes, Prancis (maps.google.com)

26 Des 2025
3 menit membaca

Diperbarui: 25 Feb

SUASANA Kota kecil Buzancy di Ardennes, Prancis begitu tenang. Populasinya per 2022 pun tak lebih dari 400 jiwa. Namun kota seluas 22,67 km² di pelosok timur laut Prancis yang dekat dengan perbatasan Belgia itu menyimpan catatan warisan yang hilang tentang sebuah masjid yang terkait dengan penguasa besar dari dunia Islam, Sultan Salahuddin al-Ayyubi (ejaan Barat: Saladin).


Sisa-sisa warisan itu terdapat di sebuah bangunan sekolah dasar Ecole Primaire Jacques Prévert, di bilangan Rue du Mahomet alias Jalan Nabi Muhammad, yang ditandai dengan plang nama jalan: Rue du Mahomet. Bangunan sekolah itu dibangun di atas reruntuhan Masjid Buzancy. Diimbuhi sebuah lambang bangsawan d’Anglure berupa perisai kuning dengan kombinasi dekorasi sejumlah lonceng burung perak dan bulan sabit merah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page