- 5 Jan
- 2 menit membaca
Diperbarui: 18 Mar
DI usia 21 tahun, Ali Adjer menjadi saksi tuannya yang bertakhta di Kesultanan Deli, Sultan Mahmud Al Rasyid Perkasa, didatangi tiga orang Eropa. Said Abdullah, orang kepercayaan sultan, yang membuat mereka datang ke Deli.
Pembicaraan pun terjadi antara Sultan Mahmud dan ketiga orang Eropa tadi. Setelah pembicaraan itu, dua dari orang Eropa itu meninggalkan Deli. Satu yang tetap tinggal bernama Jacobus Nienhuys (1836-1927).
Nienhuys baru saja gagal menanam tembakau yang baik di Tempeh, Lumajang, Jawa Timur. A. Hoynck van Papendrecht dalam Tabak Maatschappij Arendsburg 1877-1927 menyebut, uang dari firma Pieter van den Arend sebesar 36.000 gulden lenyap karena kegagalan itu. Namun Nienhuys tak patah arang dan berupaya kembali di tempat lain. Pieter van den Arend mendukung usaha Nienhuys.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












